Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Foto oleh Skitterphoto di Pexels.com.

Apel lokal memang paling enak. Apel berwarna semburat merah muda yang manis nan segar itu menemani perbincangan singkat saya dengan ibu petang ini.

Ibu bercerita kalau kemarin beliau berbincang ringan dengan rekan-rekan kerjanya. Sebagai guru, ibu dan rekan-rekannya berbincang seputar siswa dan tugas-tugas di sekolah.

Dalam perbincangan itu, salah satu rekan kerja ibu yang paling akrab dengan ibu, entah dengan sengaja atau tidak, apakah kelepasan atau bukan, mengeluarkan kalimat yang menggores hati ibu.

Sejauh saya mengenal rekan kerja ibu ini sebagai sosok yang spontan, bisa lembut namun bisa galak dengan muridnya, pribadi yang taat beribadah, dan ibu yang bijaksana.

Saya cukup terkejut dengan penuturan ibu terhadap kalimat yang terucap dari rekan kerja ibu yang kami kenal sangat baik itu. Bahkan saat kami terinfeksi virus COVID-19, beliaulah rekan kerja ibu yang pertama memberikan bantuan.

Rasanya tidak mungkin kalimat itu terucap. Ibu saya juga tidak berbuat apa-apa yang mungkin menyinggung beliau sebelumnya.

Tapi begitulah. Kenyataannya itu terjadi. Kalimat itu melesat seperti petir, menyambar tanpa ampun, dan membuat porak poranda.

Oke. Tidak, itu terlalu dramatis.

Sebenarnya ibu saya tidak ambil pusing terhadap kalimat yang terucap itu. Sungguh lebih banyak kebaikan-kebaikan rekan kerja ibu daripada kalimat yang menggores hati itu.

Setiap orang pasti punya kekurangan. Tiada manusia biasa seperti kita tanpa cela. Maka dalam peribahasa, “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”, kata nila itu seyogianya mewakili diri kita sendiri.

Agar kita lebih berhati-hati. Jangan ganti kata nila itu untuk mewakili orang lain, karena akan membuat kita menjadi orang yang lebih mudah melihat kesalahan orang lain dibandingkan kebaikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s